FORKTALE

Rekuiem

Untuk wajahnya yang pucat
Sebuah pagi yang kudus

Mencari kabut
Lalu bersembunyi
Dan ia berdoa:
‘Aku ingin mati, tapi menyala setelahnya’

Semesta tak berhenti saat ia berhenti

Ketika sudah merasa siau ia menangis
Lalu ingin tidur setelahnya

Alegasi

Tepat di depan wajahnya
Kau lahir
Ia yang pertama melihatmu
Mendengarmu

Meski aku tak di tempatnya
Tapi aku merasakan sesuatu yang sama

Kau penting

Surat Kuning

Telah datang sebuah kabar
Bukan dari paman yang datang
Atau dari kitab yang katanya diturunkan Tuhan

Telah datang sebuah kabar
Entah tentang kematian
Atau kepulangan seorang teman

Surat kuning
Dikirimkan untukku
Setidaknya ia bisa saja datang dengan amplop
Tapi ia datang telanjang

Aku hanya menyimpannya
Di dalam lemari
Diselipkan di kemeja yang akan kupakai besok
Sehingga aku akan ingat membawanya
Dan memberitahu orang-orang
  
        :Telah datang sebuah kabar
         Pada surat kuning yang tak
         bisa kubaca:

May 6

She was looking into my eyes with that way she had of looking that made you wonder wether she really saw out of her own eyes. They would look on and on after every one else’s eyes in the world would have stopped looking. She looked as though there were nothing on earth she would not look at like that, and really she was afraid of so many things.

- Ernest Hemmingway - The Sun Also Rises

Jendela Itu

Jendela itu berdebu
Tak kubersihkan meski sejengkal
Di luarnya hanya ada dinding lain
Dan angin dingin selalu saja nyelonong minta nasi

Aku tiupkan nafas
Uap air menempel
Dan kuharap seseorang memberiku uang banyak
Untuk membeli batu bata dan semen
Agar aku bisa mengganti jendela itu
Dengan dinding
        semegah dinding yang memisahkan         neraka dengan rumahku yang dulu

Jendela itu akan kuberikan pada tetanggaku di luar
Sehingga ia akan melihat megahnya dindingku
Sesekali aku akan masuk ke rumahnya
Nyelonong minta nasi

Menunggu Reda di Dekat Jembatan

Air yang ricik
Dan bebunyian serangga
Menjatuhkan langit tepat ke barat
Tanganmu masih dua
Dan aku tak bisa menghitung
Sudah berapa banyak daun kau namai

Mataku yang jadi kuning
Tak melihat sebercak warna
Pada batang kurus kering
Di depan lampu terang

Basah yang enggan kering bertanya
Siapkah kau
Kehilangan?
Beranikah kau
Hilang duluan?

Siapakah yang akan menyeberang di jembatan?
Kau atau dia?

Dan kita lebih memilih duduk
Menunggu reda
Di dekat jembatan

:setitik cahaya pergi
digantikan pertanyaan lain:

"Bila kau bangun nanti, celana yang mana yang akan kau pakai untuk pergi?"

Whoever has no house now will not build one anymore.
Whoever is alone now will remain so for a long time,
will stay up, read, write long letters,
and wander the avenues, up and down,
restlessly, while the leaves are blowing.

- Sepenggal puisi dari “Autumn Day” oleh Rainer Maria Rilke, dan juga sebuah potongan kecil dari film Synecdoche, New York

Bagaimana, jika ikan yang kalian beli adalah pemain teater yang tak kalah sentimentil dari Clov dan Hamm? Itulah sebabnya kalian sering lama-lama melamun memandang akuarium. Ikan yang kalian beli adalah ikan yang pandai berdialog dan memainkan kata-kata, sehingga kalian secara tidak sadar sedang menikmati sebuah drama. 

Bagaimana, jika ikan yang kalian beli adalah pemain teater yang tak kalah sentimentil dari Clov dan Hamm? Itulah sebabnya kalian sering lama-lama melamun memandang akuarium. Ikan yang kalian beli adalah ikan yang pandai berdialog dan memainkan kata-kata, sehingga kalian secara tidak sadar sedang menikmati sebuah drama. 

Apr 8

Potongan dua dari beberapa komik yang akhir-akhir ini saya baca.

Building Stories oleh Chris Ware dan

A Pocket Full of Rain and Other Stories oleh Jason

Hayo, siapa yang mau hari-hari biasanya tetiba sedih? Atau saya yang terlalu cengeng? 

Apr 1

Kodac Momment

Kau adalah menara
      mercusuar
Diantara  kabut laut
      hari minggu

Kau adalah menara
     mercusuar
Menunjuk arah
     tenggara

Kutemukan pasir emas
Telapakku mengambilnya
Kelelahan
Kakiku berjalan di atasnya
Kelelahan

Kau adalah menara
     mercusuar
Dan aku adalah laut
     mendambamu